Categories
Berita

DINPERPUSDA TERBAIK KEDUA DI BIDANG PENGELOLAAN ARSIP TAHUN 2020

Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan meraih predikat terbaik kedua sebagai OPD yang pengelolaan kearsipannya sesuai NSPK dalam audit kearsipan internal Kabupaten Lamongan tahun 2020. Sedangkan predikat pertama diraih oleh Sekretariat Dewan dan ketiga diraih Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah.

Audit Kearsipan Internal Kabupaten Lamongan dibentuk oleh tim audit Dinas Kearsipan Daerah Kabupaten Lamongan yang merupakan agenda tahunan untuk melakukan pengawasan kegiatan pengelolaan arsip terhadap OPD dan kecamatan di Kabupaten Lamongan, salah satunya Dinas Perpustakaan. Pelaksanaannya yaitu mulai tanggal 30 September s/d 28 Oktober 2020. Instrumen penilaian yang diterapkan adalah arsip aktif dan inaktif.

Berdasarkan informasi tim audit Dinas Kearsipan Daerah Lamongan dalam website https://lamongankab.go.id/dinarsda/2021/02/15/sekretariat-dprd-lamongan-menjadi-opd-terbaik-di-bidang-pengelolaan-arsip.html saat pelaksanaan audit, bahwa dalam pengelolaan arsip masih banyak kesalahan karena arsip aktif tidak disimpan berdasarkan kode klasifikasi namun dengan sistim surat masuk dan keluar. Dan dalam pengelolaan arsip inaktif juga masih banyak OPD yang belum maksimal menggunakan unit kearsipan untuk menyimpan arsip yang telah menurun penggunaannya.

Tahun ini Dinas Perpustakaan mendapatkan peringkat kedua, diharapkan tahun berikutnya akan menjadi lebih baik dalam pengeloaan arsip.

Categories
Berita Umum

Dinperpusda dalam Khotmil Qur’an, Tadfaul Bala Menuju Kehidupan New Normal

Dalam rangka Tadfaul Bala Menuju Kehidupan New Normal, Pemerintah Kabupaten Lamongan menggelar acara Khotmil Qur’an serentak yang diikuti oleh seluruh masyarakat Lamongan melalui media daring melalui Zoom dan Youtube. Khotmil Qur’an disiarkan secara live streaming dari Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan yang dihadiri oleh Forkopimda, Ketua PCNU, Ketua Umum PD Muhammadiyah Lamongan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lamongan pada Jumat (29/5/2020).

sumber foto : https://lamongankab.go.id/

Acara tersebut dibuka dengan pembacaan Ummul Qur’an Surat Al Fatihah oleh Bupati Fadeli dan ditutup dengan doa Khotmil Qur’an oleh Ketua MUI KH Abdul Aziz Choiri dan Ketua DMI KH Abdus Salam.

Khotmil Qur’an tersebut juga diikuti secara serentak oleh ratusan musholla, masjid di seluruh kecamatan, perkantoran, pondok pesantren Lamongan yang tergabung melalui aplikasi Zoom. Serta rumah-rumah melalui streaming YouTube.

Bertempat di Aula Cendekia, Dinas Perpustakaan  Daerah (Dinperpusda) Kabupaten Lamongan turut serta melaksanakan Khotmil Qur’an melalui live streaming. Acara dimulai pukul 05.00 WIB yang dipimpin oleh Kepala Dinperpusda, Bapak Kandam, S.Pd, M.Pd beserta jajarannya. Masing-masing peserta khotmil membaca ayat suci Al-Qur’an satu juz sehingga sebelum pukul 09.00 WIB pembacaan ayat suci telah terselesaikan/ khatam dengan baik dan dilanjutkan dengan doa dan penutup.

Dengan dilaksanakannya kegiatan Khotmil Qur’an ini diharapakan dapat menjadi peredam bendana yang saat ini sedang melanda dunia (covid-19), serta menjadi doa dan berkah untuk mengawali tatanan kehidupan normal baru yang produktif dan aman dari covid-19

Categories
Berita

Momentum Dirgahayu Lamongan Ke 451 di Tengah Pandemi Covid-19

Ada hal yang tak biasa dalam momentum peringatan Hari Jadi Lamongan yang jatuh pada hari Selasa, 26 Juli 2020. Virus Corona atau disebut Covid 19 yang pertama kali ditemukan di Wuhan China pada akhir 2019 telah menular dan menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Hal ini yang mendasari segala bentuk kegiatan ditiadakan agar rantai penyebaran virus tersebut terputus.

sumber foto : https://lamongankab.go.id/

Hari Jadi Lamongan (HJL)  yang biasanya diperingati dengan berbagai kegiatan seperti Kirab Budaya, Pameran, Pesta Rakyat kini dilaksanakan dengan cara sederhana namun tidak mengurangi kekhidmatan dari prosesi HJL itu sendiri. Bertempat di Pendopo Lokatantra (26/5) prosesi penyemayaman Lambang Daerah dan Pasamuan Agung dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Tempat duduk berjarak, mengenakan masker dan tidak berkerumun  dalam jumlah banyak. Acara tersebut dihadiri oleh Forkopimda, tokoh Agama dan hanya segenap jajaran pejabat dilingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan. Sementara Kepala Perangkat Daerah bersama staf mengikuti secara daring (online) melalui live media sosial di kantor masing-masing dengan mengenakan Busana Khas Lamongan (BKL).

Kepala Dinas Perpustakaan Lamongan berserta jajaran dan stafnya juga mengikuti secara daring di Aula Cendekia Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan. Meskipun hanya melalui daring, prosesi HJL berjalan dengan lancar. Dalam acara prosesi HJL tersebut, Bupati Lamongan, Fadeli menyerahkan penghargaan berupa sejumlah uang tunai kepada tenga kesehatan sebagai garda terdepan penanganan covid-19 di Kabupaten Lamongan. Selain itu, Bupati Fadeli juga menyerahkan sembako, cairan disinfektan dan masker kepada Desa Tanggap Covid-19, diantaranya Desa Mayong, Glagah; Surabayan, Sukomulyo, Lamongan; Sumberwudi, Karanggeneng, Sukodadi; Blimbing, Paciran; Sukoanyar, turi; Paciran, Paciran; Brondong, Brondong.

Pasien sembuh dari covid-19 juga turut serta dihadirkan di Pendopo Lokatantra untuk berbagi pengalaman selama menjalani penyebuhan dan menerbarkan pikiran positif kepada masyarakat agar bisa sembuh. Sebagai bentuk syukur, Bupati Fadeli  memberikan surat keterangan sehat dan bingkisan berupa vitamin, handsanitizer dan masker.

Diakhir sambutan, Bupati Fadeli mengajak para tamu untuk berdoa,

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat kepada pendahulu kita, serta kepada kita semua untuk mampu mengemban tugas pemerintahan dan kemasayarakatan khususnya mampu memperbaiki kembali peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setelah pandemic covid-19 ini berlalu.”

Peringatan Hari Jadi Lamongan memilih makna dan sejarah yang berharga bagi Lamongan. Peringatan tersebut sebagai penghormatan kepada jasa pahlawan jaman dahulu serta sebagai bentuk perjalanan Lamongan dari masa ke masa. Hari Jadi Lamongan yang jatuh pada Hari Kamis Pahing tanggal 26 Mei 1569 M atau pada 10 Dzulhijjjah tahun 976 H, diambil dan ditetapkan dari hari diwisudanya Adipati Lamongan yang pertama yaitu Tumenggung Surajaya oleh Kanjeng Sunan Giri IV.

Categories
Berita

[PERINGATI DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE – 74 DENGAN LOMBA TRADISIONAL]

Senin, 12 Agustus 2019 ada pandangan yang tak biasa di lingkungan Dinas Perpustakaan Daerah Kab. Lamongan. Meski hari efektif, seluruh pegawai beserta Dharmawanita persatuan Dinperpusda menggunakan pakaian dinas seragam olahraga. Hal tersebut adalah rangkaian acara untuk menyambut dan memperingati Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-74 tahun.

Mengawali aktifitas pagi, diadakan senam SKJ bersama. Dan agar lebih semarak dilanjutkan dengan aneka perlombaan diantaranya : lomba volly antar bidang dan sekretariat, lomba estafet balon beregu, lomba sunggi tempeh, lomba masukkan paku dalam botol serta lomba makan kerupuk. Dipilih lomba-lomba tradisional adalah untuk melestarian kebudayaan Indonesia khususnya di Lamongan tentang peringatan HUT RI.

Terlihat para peserta sangat bersemangat baik para ibu ataupun bapak sehingga suasana semakin hangat dan ceria. Para peserta lomba sangat antusias memperebutkan hadiah yang telah disediakan panitia.

Acara selesai sebelum adzan dhuhur berkumandang. Sambil menunggu pengumuman lomba, dilanjutkan dengan makan siang bersama, ramah tamah dan karaoke.

Dan tibalah saat yang dinantikan para juara baik tim maupun perorangan menerima hadiah yang telah disediakan oleh panitia. Selamat untuk para juara dan sampai ketemu tahun depan


Categories
Berita

Lomba Mendongeng Cerita Rakyat Lamongan 2019

Bertempat di Aula Cendekia Dinas Perpusda Lamongan (16/4/2019), siswa-siswi SD/MI se Kab. Lamongan mengikuti Lomba Mendongeng Cerita Rakyat Lamongan Tahun 2019

Dalam sambutannya Bpk. Kandam, S.Pd. M.Pd. sangat mengapreasiasi para peserta dan Bapak/ibu guru pendamping ikut dalam kegiatan ini. Lomba ini menjadi agenda rutin Dinperpusda setiap tahunnya dan pemenang berkesempatan mengikuti Lomba Dongeng Tingkat Prov. Jatim hingga Nasional yang diselenggarakan Perpustakaan Nasional R.I.

Lomba dongeng kali ini diikuti oleh 46 peserta dari lembaga pendidikan tingkat MI/SD se Kab. Lamongan melalui pendaftaran online yang dibuka sejak tgl. 25 Maret – 12 April 2019. Pemilihan tema dongeng cerita rakyat Lamongan guna meningkatkan budaya baca dan melestarikan kearifan lokal Lamongan.

Berikut nama pemenang Lomba Mendongeng sebagaimana SK Kadisperpusda No. 188/75/Kep./413.121/2019 tentang Penetapan Pemenang Lomba Mendongeng Cerita Rakyat Lamongan Tingkat SD/MI se Kab. Lamongan Tahun 2019 dengan rincian sbb :

  1. Juara I : Putri Aulia Firdausi ( MI YPPI 1945 Babat )
  2. Juara II : Garneta Liya Izzaty S. ( SDN Jetis 3 Lamongan )
  3. Juara III : Tevi Putri Wise ( SDN Jetis III Lamongan)
  4. Juara Harapan I : Amalia Dwi Cantika ( SDN Pangkatrejo I),
  5. Juara Harapan II : Naira Humaira Kurniawan –( MI PPI Bintang Sembilan Babat),
  6. Juara Harapan III : Calista Salwa Judika ( SDN Jetis III Lamongan )

lombadongeng #ceritarakyat #lamonganhits #perpuseru #perpusdalamongan #budayabaca #gerakanlamonganmembaca #literasisekolah #pengetahuanitukekeuatan

Categories
Berita

LOMBA MENDONGENG 2019

Pelajar SD/MI kelas IV dan V di Kota Lamongan, ayo ikuti lomba mendongeng dalam rangka Hari Dongeng se-Dunia yang digelar Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan. Pendaftaran dibuka mulai 25 Maret – 12 April 2019. Pelaksanaan lomba pada tanggal 16 April 2019 di Dinas Perpustakaan Daerah kabupaten Lamongan. Tema dongeng diutamakan “Cerita Rakyat Lamongan”.

Untuk formulir pendaftarannya bisa langsung klik tautan di bawah ini.

https://goo.gl/forms/ffnrVfIsCyzIBYCK2

Soal ketentuan, kriteria penilaian, dan hadiah lomba bisa dilihat dibrosur atau informasi lebih lanjut hubungi Bidang Dokumentasi dan Informasi Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan dengan Ibu Titien (082244024401), Ibu Antin (081233712665).

Instagram : @perpuslamongan

Facebook : Perpusda Lamongan

Email : dinperpus@lamongankab.go.id

Categories
Berita

DINPERPUSDA DUKUNG LITERASI DESAKU PINTAR MELALUI BIMTEK SDM DAN SUDUT BACA

Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan sebagai leading sector Pengembangan Pendidikan dan Literasi tatanan Program Desa Karakter Unggul dan Pintar (DesaKU Pintar) yang di launching untuk pertama kalinya oleh Bupati Lamongan di Desa Sumengko Kecamatan Kedungpring, mulai bergerak dengan mengimplementasikan pada program kegitan OPD. Sebagai legalitas konsistensi pelaksana dibentuklah SK Pembentukan Tim Pelaksana Desaku Pintar dikalangan intern OPD, yang tentunya disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi masing – masing bidang. Langkah awal yang dilakukan oleh Tim yaitu visitasi dan pembinaan ke lima puluh enam (56) desa yang telah ditunjuk sebagai Desa Pelaksana Desaku Pintar oleh Tim Desaku Pintar Kabupaten Lamongan. Penunjukan desa – desa tersebut bukan tanpa alasan, desa tersebut harus menerapkan sepuluh (10) tatanan yang telah ditetapkan oleh Tim diantaranya diantaranya :
Gerakan 1821
Pemberdayaan Ekonomi Pedesaan
Pusat Pelayanan Kesehatan
Pengembangan Pendidikan dan Literasi
Pariwisata, seni budaya dan olahraga
Peningkatan Kapasitas SDM dan Terintegrasi Pengentasan Kemiskinan
Keluarga Sadar Hukum
Pelayanan Publik
Kampung Lamongan Green and Clean ( LGC )
Penguasaaan dan Pemahaman Teknologi Informasi
Pada pelaksanaan visitasi dan pembinaan DesaKU Pintar, petugas lapangan terdiri atas perwakilan masing – masing bidang untuk berbagi peran sehingga akan diketahui aspek keberadaan dan kelembagaan perpustakaan desa, bahan bacaan / bahan pustaka sesuai dengan kebutuhan informasi masyarakat setempat serta hal lain yang dapat mendukung pengembangan literasi berbasis inklusi sosial yang berdampak nyata pada perubahan sosial masyarakat.

Pada bulan Januari 2019, Dinperpusda menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengelolaan Perpustakaan Desa bagi Kepala Desa dan petugas pelaksana Desaku Pintar. Pembuka oleh Drs. M.S. Heruwidi, MM. Dalam sambutannya Beliau menyampaikan betapa pentingnya Perpustakaan Desa dalam mendukung pengembangan literasi desa, untuk itu mohon kiranya Perpustakaan Desa dikelola dengan baik untuk keberlanjutan penyelenggaraan Perpustakaan Desa.Gel. I tanggal 21-23 Jan 2019 dan Gel II tanggal 23–30 Jan 2019 bertempat di Aula Dinas Perpustakaan Daerah Kab. Lamongan yang diikuti oleh 56 Kepala Desa dan 56 perangkat desa/relawan perwakilan dari masing – masing DesaKu Pintar. Melalui kegiatan Bimtek ini diharapkan kelembagaan dan SDM pengelola Perpustakaan Desa bisa dikelola dengan baik mengingat betapa pentingya keberadaan Perpustakaan sebagai learning center masyarakat desa.

Dinperpusda Kab. Lamongan menempatan Sudut Baca (rak dan bahan pustaka) pada lokasi DesaKU Pintar serta beberapa tempat pelayanan umum yang ada di Kabupaten Lamongan. Salah satunya pelaksana DesaKu Pintar Kecamatan Lamongan ada di Kelurahan Tlogoanyar. Penempatan Sudut Baca Dinperpusda ada pada lokasi di sepanjang telaga dengan nuansa terbuka namun masih sejuk dan asri menjadi daya tarik tersendiri terutama bagi warga Kelurahan Tlogoanyar. Selain area baca juga ada beragam aktivitas lain lain seperti senam bersama dan pelestarian tanaman toga. Banyak dan beragamnya koleksi Sudut Baca mulai dari cerita anak, parenting, agama, novel,kerajinan tangan, kesehatan, dll sehingga bisa didayagunakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Tak terkecuali SPS Mawar Kelurahan Tlogoanyar yang mendayagunakan Sudut Baca Dinperpusda Kel. Tlogoanyar sebagai area Wisata Edukasi anak didiknya menggunakan konsep belajar sambil bermain.
Sebagai support Dinperpusda terhadap pengembangan literasi DesaKU Pintar, pada APBD 2019 akan direalisasikan penempatan 21 titik Sudut baca dan 35 titik Hibah Buku pada 56 titik/lokasi Desaku Pintar. Semoga melalui pengembangan literasi yang berkelanjutan, mampu menjawab kebutuhan Era globalisasi yang menuntut Perpustakaan berperan lebih aktif dan kreatif, merubah paradigma lama perpustakaan hanya sebagai tempat membaca dan meminjam buku saja tetapi perpustakaan diharapkan mampu menjadi pusat belajar, pengembangan literasi dan berkegiatan masyarakat sekitar sehingga terwujud masyarakat yang literat serta terciptanya Desa / Kelurahan Karakter Unggul dan Pintar.

Categories
Berita

FLP Lamongan Bareng Dinperpusda Gelar Bedah Buku “Ame No Uta” Karya Penulis Lamongan

Lamongan– FLP (Forum Lingkar Pena) Cabang Lamongan menggelar acara bedah buku dan rekrutmen anggota FLP Lamongan tahun 2019 di Dinas Perpustakaan Daerah Kota Lamongan pada hari Minggu, 10 Maret 2019. Buku yang dibedah kali ini adalah buku “Ame No Uta” karya salah satu penulis asal Lamongan – Muliyatun N – yang sudah lama malang melintang di dunia tulis menulis.

Acara diawali dengan sambutan dari perwakilan ketua FLP Lamongan, Ibu Ririn Ekowati dan sambutan dari perwakilan plt Dinas Perpustakaan Lamongan, Ibu Rara Ari Palupiningrum, S.H, MM selaku kabid pengolahan dan akuisisi serta dipandu oleh moderator, A.T. Anisa Fitri Raspida, S.pd.

Sambutan Ibu Rara Ari Palupiningrum, S.H, MM
Sambutan Ibu Ririn Ekowati

Acara ini juga dihadiri oleh para sastrawan, mahasiswa, dan masyarakat umum.

Arul Chandrana selaku novelis dan youtubers Lamongan mengatakan kegiatan seperti ini sangat penting dilakukan, apalagi melihat geliat iklim berliterasi masyarakat Lamongan sangat tinggi.

Kabid Pengolahan dan Akuisisi Dinas Perpustakaan Lamongan Ibu Rara Ari Palupiningrum, S.H, MM, yang mewakili plt Kepala Dinas Perpusda juga menambahkan, bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk masyarakat Lamongan. Apalagi saat ini pemerintah Lamongan sedang menggalakkan literasi di setiap desa yang merupakan salah satu tatanan yang ada pada Program Desaku Pintar.

Muliyatun N mengutarakan bahwa novel Ame no Uta ini berlatar belakang Jepang dengan hujan sebagai pendukung cerita. Novel Ame no Uta menceritakan tentang seorang gadis bernama Mizushima Hikari yang terpaksa tinggal di Tokyo bersama keluarga Nonomiya atas permintaan neneknya. Tapi di sana dia sering mendapat perlakuan buruk dari bibinya. Perjalanan hidupnya dimulai saat dia menjadi salah saksi kunci pembunuhan teman sekelasnya. Di setiap permasalahan yang dia hadapi, kerap kali hujan turun bersama serta sosok laki-laki bernama Kurosawa Ryuu.
Selain itu, Muliyatun N yang juga founder KoPMi (Komunitas Pembaca Menulis) membagikan tips tentang menulis. Dalam menulis yang paling penting adalah take action now.

“Dulu waktu pertama kali menerbitkan novel, saya disuruh penerbit pakai nama pena. Waktu itu saya pakai nama Miyazaki Ichigo. Karena novel yang saya tulis kebanyakan berlatar belakang negara Jepang. Termasuk novel Ame no Uta ini,” terang Muliyatun N.

Setelah bedah buku selesai, acara selanjutnya yaitu tentang rekrutmen anggota FLP Lamongan yang dijelaskan oleh H.R Umar Faruq selaku ketua FLP Lamongan. Untuk menjadi anggota FLP Lamongan terlebih dahulu harus melalui proses Sekolah Menulis. Dari sana akan dinilai siapa yang layak direkrut sebagai anggota FLP.

Acara berlangsung lancar dan khidmat. Pada akhir acara, ada pembagian doorprize. Tiga peserta beruntung membawa pulang doorprize buku. Acara ditutup dengan poto bersama.

Categories
Umum

LOCAL KONTEN LAMONGAN MAKAM SUNAN SENDANG ( R. NOER ROCHMAT )

Makam R. Noer Rochmat atau yang biasa disebut Makam Sunan Sendang terletak di Desa Sendang Duwur Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan. Makam Sunan Sendang berada di puncak gunung Amintuno dengan ketinggian 75 meter dari permukaan air laut., Sunan Sendang wafat pada tahun 1507 Saka atahu pada tahun 1585 Masehi sebagaimana yang tertera pada pahatan pada dinding makam.
Keistimewaan Makam Sunan Sendang yaitu terdapat dua buah Gapuro yang sangat menarik, terletak disebelah utara masjid disebut dengan Gapuro E. Sedang yang terletak disebelah kanan masjid disebut Gapuro B. Penduduk setempat menyebutnya Gapuro Urung – urung.

Yang menjadi ciri khas yaitu Kedua gapuro tersebut puncaknya tertutup. Didalam sejarah kesenian kuno, Gapura demikian itu disebut Gapuro Madu Raksa. Keunikan Gapura Sendangduwur adalah dengan adanya sayap disebelah kanan dan kiri, oleh Bapak Uka Chandra Sasmita diberi istilah Gapura Bersayap. Sayap yang digambar adalah sayap Burung Garuda, hal ini terlihat pada pahatan timbul pada bagian bawah dan atas sudut puncak Gapura E. Pahatan itu berupa sulur – sulur yang sesungguhnya menggambarkan Kepala Burung Garuda dengan paruhnya yang melengkung. Pada Gapura B tampak bahwa puncaknya merupakan Mahkota Burung Garuda. Hiasan diatas Gapura B terdapat lukisan kala yang dihubungkan dengan lekung Makara ke bawah ambang pintu. Diatas kepala Kala terdapat lukisan pohon yang bercabang – cabang. Yang didalam agama Hindu disebut Pohon Hayat atau Pohon Pengharapan. Phon yang mengabulkan segala keinginan. Di dalam agama islam dikenal dengan pohon Syajarotul Khuldi, pohon surga yang penuh dengan emas permata yang diselubungi dengan Sinar Tuhan. Jadi Gapura bersayap ini menunjukkan perpaduan unsur – unsur Kebudayaan Pra Hindu, Indonesia dan Islam.
Selain dua buah gapura tersebut, terdapat pula lubang kecil yang berisi air. Penduduk setempat menyebutnya dengan sebutan Sumur Paidon. Sumur Paidon ini berada di Gapura B, yang tepatnya disebelah kiri tangga menuju Makam. Menurut ceritanya te,pat ini adalah tempat perludahan Sunan Sendang. Air yang ada di Sumur Paidon itu sering diambil oleh para peziarah untuk mengambil berkahnya dan berbagai macam keperluan.